Cari Blog Ini

Blog ini di dedikasikan kepada tim pewaris negeri "OASE club" untuk mengasah bakat dan kreatifitas mereka.
Tampilkan postingan dengan label refresing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refresing. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Cerpen: Petualangan Dora di Sanrio

Sudut Pandang : Amanda (SDN Kepuh Pandak I Kelas IV)

Hari ini setelah puas bermain air di water land dan sholat dhuhur kami melanjutkan perjalanan ke Sanrio. Sepanjang jalan eka berkaraoke manyanyikan lagu kereta malam. Pak supir sangat baik pada kami. Tidak lama kami sampai juga di Sanrio.

Tempat pertama yang aku datangi adalah bom-bom car. Aku naik sampai empat kami putaran. Eka dan mbak Rahmita menghabiskan uang Rp 40.000,00 yang membuat kami geleng-geleng kepala. Yang paling enak adalah neng Eka dan mbak Nur karena bisa naik bom-bom car gratis. Anak yang masih kecil menyewa mereka terus untuk jadi supurnya.

Setelah bosan bermain bom-bom car aku naik roller coster bersama teman-teman yang lain. Akhirnya kepalaku sedikit pusing, tapi aku sangat senang. Setelah itu kami melihat ke atas ada ruangan bergambar dora dan tulisannya menyerupai rumah hantu "Petualangan Dora" kami semua tertarik untuk masuk.
"Mbak, di dalam sana ada apanya?" Tanya neng Eka pada mbak yang menjual koin
"Lihat aja sendiri mbak. Bagus kok."

Lalu kami memutuskan untuk masuk wahana petualangan dora. kami harus membeli koin besar seharga Rp 5.000,00. Ternyata masuknya hanya boleh 7 orang saja. Dan giliran anak-anak yang masuk pertama diawal jalan mereka sudah lari kembali keluar.
"Rumah hantu." Teriak mereka kembali turun

Rizal yang paling penakut diantara kami langsung turun ke bawah dan  tidak mau masuk lagi. Beberapa teman mencoba menukar kembali koin besar dengan koin kecil tapi mbak penjaganya tidak mengizinkan. Dengan sedikit terpaksa dan memaksa mbak penjaga untuk membolehkan kami masuk semua ke dalam ruangan. Akhirnya kami semua masuk ke dalam. Kami menempatkan mbak Nur di depan barisan dan neng Eka dibelakang barisan. Aku berpegangan erat pada mbak Nur. Dia mengeluarkan kotak pensil, mungkin ingin digunakan sebagai alat memukul hantu, Sepernarnya itu lucu tapi suasananya begitu menakutkan.

Didalam sangat remang-remang di lantai yang kami lewati banyak bergeletakkan boneka-boneka yang menyerupai pocongan. Teman-teman begitu ribut saat harus menelewati keranda dengan tangis bayi yang menjerit-jerit. Kami sampai di sebuah tempat dengan 3 pintu yang ditutupi selambu warna hitam. Mbak Nur menyibakkan selambu dengan kotak pensil dan kami berdua menjerit amat keras diikuti anak-anak yang lain.
"Emoh. Aku gak wani sumpah aku gak wani." teriaknya sampil berusaha lari kebelakang. Namun teman-teman segera menghalanginya. "Eka sampean yang di depan. tukar."
"Mboten, mbak.  Cepetan mbak aku juga takut." Sahut neng Eka dari belakang yang posisinya masih ada di samping keranda karena barisan kami cukup panjang.

Mbak Nur sudah hampir menangis aku rasa dan kami semua juga. Akhirnya mas Dani yang berdiri tidak jauh dari mbak Nur di tarik ke depan sendiri. Sempat terjadi pertengkaran dan perdebatan sampai acara tarik-tarikan. Akhirnya mas Dani kalah dan di dorong mbak Nur keposisi depan. Karena mbak Nur tidak memegangku aku lari kebelakang dengan neng Eka.

Ternyata HPnya mas Dani bisa di pakai senter dan kami berhasil menemukan pintu yang benar untuk keluar. Ternyata ada dibelakang sendiri semakin membuatku takut. Setiap teman-teman yang didepan menjerit aku selalu ikut menjerit. Aku tak tahu pasti apa yang terjadi di depan, tiba-tiba aku dengar suara mas Dani dan yang lainnya teriak minta dikeluarkan. Kami semua ikut berteriak.
"MBAK TOLONGGG KELUARKAN KAMI. MBAK..... TOLONG KELUARKAN KAMI." Teriak kami semua sambil memukuli dinding kayu.

Maka setelah usaha kami sia-sia. Mungkin tak ada orang yang mendengar teriakan kami. Karena ruangannya kedap suara. Akhirnya kami mendengar mas Dani dan mbak Nur kembali bertengkar dan neng Eka berusaha mengingatkan dari belakang.
"Dani cepetan." Teriak neng Eka
"Cepetan-cepetan. Maju sini lo kedapan."

Tangisan bayi dan ringikan kuntilanak semakin menyanyat neng Eka segera mendorong anak-anak untuk maju kedepan. Akhirnya semuanya maju dan kami semua berlari tunggang langgang. Setelah melewati beberapa lorong dengan mata yang benar-benar terpejam akhirnya kami sampai di luar dengan tawa bahagia yang sangat keras.

"Mbak sandalku putus." Kata mbak Arum memelas
"Nanti beli sandal japit di bawah ya..."
"Mbak..." Giliran Harjo yang hampir menangis. Kami lihat dia tak memakai sandal sebelah kirinya. "Mbak sandalku ketinggalan di dalam."

Neng Eka dan mbak Nur yang merupakan pemimpin kami segera tertawa dan turun ke bawah dengan geleng-geleng kepala. Aku yakin mereka takut disuruh mengambil sandal Harjo yang ketinggalan di dalam. Mereka berdua menyuruh mas Dani mengambilkan sandal Harjo.
"Dan, Ambilkan sandalnya Harjo. Dimana tadi lepasnya?" Tanya mbak Nur dari bawah
" Yang kita lari tadi itu lo mbak." Jawabnya mulai menangis

Mas Dani tak menghiraukan perkataan mbak Nur. Neng Eka yang mendorong kami semua dari belakang juga tak mau disalahkan dan mengambilkan. "Aku juga sudah sangat takut di belakang sendiri." Katanya membela diri.

Tak ada yang berani masuk kedalam lagi walaupun Harjo sudah menangis. Kami sebenarnya ingin membantu, Tapi, kami sudah kapok dengan pengalaman yang barusan kami lalui.

Untung dhe Sopiyah mau mengambilkan sandal Harjo. Akhirnya kami semua kembali tertawa. Ini benar-benar pengalaman yang tak terlupakan para penakut yang mencoba bertemu hantu. Kadang aku masih suka tertawa saat mengingat ini semua.

Rabu, 26 Juni 2013

Refresing Akhir Tahun 2013

Liburan atau bertamasya memang paling menyenangkan bagi anak-anak maupun dewasa. Selain dapat memberi huburan juga bisa belajar banyak hal diluar kelas.
Setelah 6 bulan belajar di sekolah tim OASE club berlibur keliling kabupaten Mojokerto. Mau tahu aksi seru kita??? yuk ikutin foto-foto kita. Pamer sedikit bolehkan??

Sebelum berangkat kita foto2 dulu ya.....


Yang pertama kita tuju adalah situs-situs bersejarah di kawasan Trowulan Mojokerto
ini adalah daerah utama di Mojokerto yang harus dikunjungi wisatawan. Disini kita akan mengetahui banyak hal mengenai kerajaan Mojopahit yang fenomenal itu. Memang sih sampai saat ini belum bisa dibuktikan dimana letak asli keraton Mojopahit namun, di daerah Trowulan  telah ditemukan berbagai macam situs bersejarah.
Untuk mencapai Trowulan kita hanya perlu lewat baypas Mojokerto kearah barat atau Jombang. Dan candi yang pertama kita saksikan adalah candi Wringin lawang di kiri jalan. karena candi ini sudah dapat disaksikan maka kita memutuskan untuk tidak mendekat.
Kita terus menyusuri jalan sampai di perempatan Trowulan sahabat. Dan rombongan kita memutuskan untuk menyususri daerah di kanan jalan.
Yang pertama kami datang adalah candi Brahu. nih fotonya
 
 Batu-batunya mulai sedikit aus sahabat tapi tempatnya terjaga kebersihannya. Di belakang candi ada sumurnya yang kata orang airnya sungguh sakti. tapi, saya harap sahabat oase club tidak langsung percaya. boleh minum asal tidak berniat yang menyukutu Allah ya...

Selanjutnya kita pergi ke Makam Siti Inggil, yang perlu sahabat tahu Siti itu artinya Tanah dan Inggil itu dukur jadi maksudnya tanah yang tinggi. Hu... Disini banyak petapa sampai kita tidak betah berlama-lama. Takut serem he... Kabur...

Selanjutnya kita berkunjung ke Vhihara Bukan masuk kedalamnya sahabat cuma lihat di tamannya di sana orang-orang budha membuat patung budha yang sangat besar. Wih gedhe kan..



Selanjutnya kita menuju kejalan raya dan masuk ke kiri jalan di sana kita melihat candi Bajang Ratu
Menurut Cerita Candi Bajang Ratu adalah sebuah makam ratu yang masih kecil

Terus ada candi Tikus, menurut cerita saat di gali ditemukan banyak sekali tikus jadi diberi nama candi tikus. Ini sebenarnya kolam renang para putri jaman Majapahit sahabat

Wih Kolam mandi yang megah ya... pastinya kan kolam mandinya putri kerajaan

Yang tak boleh ketinggalan Musium Trowulan, Disini kita bisa melihat gerabah, keramik, atau arca zaman Mojopahit.
Dimusium juga dilengkapi area bermain supaya pengunjung tidak bosan

 Terakhir kita main air di Water Park Seru.....!!!

Sampai Jumpa di Wisata Tim OASE Club semester depan ya.....

Minggu, 05 Mei 2013

Berpetualang Ke Losari "Masjid Bawah Tanah"



Beberapa waktu lalu tim oase club melakukan penjelajahan ke sebuah tempat. Berbeda dengan sebelumnya penjelajahan kami kali ini ke tempat yang sedikit mistis. Hehehe….
Rencana ini bermula karena cerita yang berasal dari anak-anak kelas 5 dan kelas 6 SDN Kaligoro yang saat pramuka diajak oleh kakak Pembina Pramuka penjelajahan ke tempat tersebut. Karena rengekan anak-anak yang belum pernah kesana, akhirnya kami sepakat untuk mengunjungi tempat itu saat hari libur sekolah, hari minggu tepatnya.
Minggu pagi tim penjelajah oase club berkumpul. Karena jarak yang ditempuh cukup jauh sekitar 10 km dari desa kami maka kami menghimbau agar yang tidak kuat mengayuh sepeda tidak usah ikut. Nanti sepulang dari sana kami akan menceritakan detailnya.
Dengan membawa berbagai macam perbekalan seperti minuman, makanan ringan dan tak lupa buah-buahan dan bumbu rujak yang tak boleh ketinggalan, kami menuju desa Losari. Pernah mendengar nama itu sahabat?
Desa itu terletak di sebelah timur beberapa desa dari desa kami. Sebenarnya cukup dekat jika kami melewati sungai tapi cukup bahaya. Jadi, kami harus bersepeda memutar desa-desa lainnya. Saat sahabat hendak menuju Mojokerto melewati jalur Mojosari sahabat akan bertemu perempatan Pekukuhan dan sahabat harus belok kiri untuk sampai ke desa tersebut. Atau kita juga bisa menaiki bus Mojokerto Pasuruan dan berhenti tepat di gapura desa Losari. Tapi, kita harus berjalan menuju tempat yang kita tuju.
Setelah memasuki gapura losari kita harus mengayuh sepeda sampai di pojok desa. Di sana ada sebuah masjid di bawah tanah, yang katanya pada tahun 90an sangat fenomenal, banyak peziarah dari berbagai macam daerah datang melihat.
Awal kami melihat bangunan itu, kami disembut dengan berbagi macam patung hewan dan  tokoh-tokoh pewayangan. Suasana mistis mulai terasa. Kamipun sedikit bergetar dan ragu apa kami yakin untuk memasukinya. Setelah melepas lelah, saya dan kawan saya bertamu kerumah pemilik masjid untuk meminta izin memasukinya.



Setelah menunggu cukup lama di ruang tamu yang suasana tidak jauh berbeda dengan hal-hal yang tampak diluarnya. Kami diajak memasuki area masjid yang diharuskan berwudhu dan melepaskan alas kaki walaupun dinding dan lantainya adalah tanah basah.
Beberapa anak-anak oase club tidak mau masuk karena gelap begitu juga teman saya yang beralasan akan pingsan di tengah jalan karena takut gelap. Akhirnya saya dengan berat masuk bersama anak-anak oase club dan sangat takut karena saya ditempatkan di paling belakang. Karena sejujurnya saya termasuk penakut di tempat yang gelap.
Kami berjalan dilorong-lorong gelap ditemani sebuah lilin dan tak ada kata terucap kecuali sebuah do’a. keringat dingin keluar. Semakin lama rasanya semakin lembab dan panas. Karena kami berada di dalam tanah. Setelah lama berjalan kami di minta duduk di ruangan yang cukup luas. Lilin dimatikan, suasana benar-benar mencekam. Jemari-jemari saya dicengkram kuat beberapa anak yang saya tidak tahu pasti mereka siapa. Sakit dan takut yang sangat dalam. Di dalam tanah yang terbayang bagi kami hanya sebuah kematian. Berdesakan, sempit, gelap dan panas. Mencoba merakan bagaimana rasanya terhimpit tanah. Kami harus banyak beristighfar.
Tak berapa lama pemilik masjid yang sekaligus pemandu kami mengajak kami kembali keluar, melewati lorong-lorong semula. Kami tidak begitu yakin seolah ada beberapa orang selain kami didalam lorong-lorong tersebut. Tapi kami tidak mencari tahu lebih lanjut. Sudah terasa sesak dan ingin segera keluar.
Saat kemabali merakan segarnya udara kami begitu bersyukur. Kami kembali sadar nikmatnya udara segar. 



Setelah melepas ketegangan kami menikmati rujak kami dan bersenang-senang dihalam kemudian kembali pulang. Anak-anak oase club yang belum berkesempatan mengunjungi masjid bawah tanah memaksa minta diantar namun sayapun memaksa untuk tidak mengantar. Sudah menjadi pengalaman sekali yang cukup menegangkan.

Sampai jumpa di penjelajahan kita berikutnya....