Cari Blog Ini

Blog ini di dedikasikan kepada tim pewaris negeri "OASE club" untuk mengasah bakat dan kreatifitas mereka.
Tampilkan postingan dengan label penjelajahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penjelajahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

Catatan Kecil: Geliat Kesyirikan "Makam Itu Palsu"

Jalan-jalan pagi adalah rutinitas yang kami lakukan setiap kali ada liburan tak terduga (bukan hari minggu). Seperti pagi itu (Jum'at 30 Januari 2014), setelah sholat subuh berjama'ah, menyiapkan air minum, dan mengikat tali sepatu dengan benar. Kami mulai petualangan kami pagi ini.

Kami memutuskan untuk mengambil jalur selatan, jalur yang belum pernah kami lalui sebelumnya. Karena kami berniat menjemput teman-teman kami yang rumahnya di selatan desa kami. Setelah berjalan sekitar satu kilo meter kami berhenti dilapangan dan menunggu teman-teman lain agar berkumpul semua.

Dan petualangan kami pun dimulai. Dengan berlari - lari kecil ke arah selatan. Di gang pertama desa Ngayung kami berbelok ke timur dan berjalan kurang lebuh 1,5 km kemudian membelok ke arah selatan. Beberapa diantara kami tidak pernah melalui jalan terjal ini. Saya waktu kecil sesekali lewat jalan ini. itupun tidak berjalan kaki namun, di bonceng oleh paman saya. Menurut saya jalan yang menghubungkan desa Ngarung dan Dusun Randegan ini tampak lebih terang dari pada zaman saya masih kecil. Namun, bagi beberapa anak oase club masih terlalu menakutkan. Apalagi pagi ini tampak cukup berkabut karena semalam hujan deras.

Sampai di tengah jalan, tiba-tiba salah seorang adik saya berteriak dan berlari membuat yang lainnya pontang-panting berlari. Setelah saya berhasil menenangkan mereka, akhirnya saya tahu apa yang membuat mereka lari. Tak jauh dari kami berada ada sebuah pohon beringin yang cukup besar. Pohon beringin ini telah ada bahkan saat saya masih kecil. Letaknya di tengah pematang sawah, jadi akan terlihat dari segala macam arah memandang. Di sebelah barat laut tampak pepohonan yang mengelilingi rumah saya karena rumah.

Dulu saat saya masih kecil, saya juga sering kali takut jika memandang pohon beringin dari belakang rumah. Namun, paman saya yang tahu akan ketakutan saya malah mengajak saya berlari menuju pohon tersebut beberapa kali. Dan membuat saya tidak takut lagi pada pohon tersebut karena selain pohonnya yang rindang tidak ada hal menakutkan dari pohon tersebut. Malah duduk dibawahnya sambil mengembala kambing terasa begitu segar.

Dan kini kenangan masa lalu saya tentang pohon itu sedikit berbeda. Ada sesuatu yang berbeda di bawah pohon tersebut tampak dua 4 buah nisan yang mengisyaratkan bahwa di bawah pohon tersebut ada 2 makam mungil entah makan siapa. Tanda tersebutlah yang membuat member Oase Club kalang kabut.

Saya masih memikirkan keberadaan nisan-nisan tersebut. Samapi dirumah saya mencoba bertanya pada ayah dan paman saya yang saya yakin lebih tahu tentang pohon tersebut. Mendengar cerita saya kedua lelaki tersebut terkejut dan menguatkan ingatan saya bahwa dulu dipohon beringin tersebut tidak ada makam satupun. Maka saya tuliskan disini untuk meyakinkan adik adik saya tersayang dan seluruh warga desa bahwa MAKAM POHON BERINGIN ITU PALSU.

Makam itu adalah palsu entah makam siapa. Entah seseorang yang hanya mencoba membuat punden atau orang yang berniat membuat acara kesyirikan di dusun kami. Nau'zubillahimin dzalik.

Sahabat,,,,, seseotrang yang berniat menanamkan kesyirikan akan berusaha dengan berbagai macam cara. Dan kesyirikan dapat terhembuskan ke dalam hati kita tanpa kita duga-duga. Maka, mari kita berdo'a bersama-sama agar kita dijauhkan dari kesyirikan tersebut. Dan saya katakan sekali lagi bahwa MAKAM TERSEBUT PALSU. Dan beritahukan yang lainnnya bahwa MAKAM TERSEBUT PALSU.

Selasa, 07 Januari 2014

Cerita Kecil: Perjalanan Kecil Kami

Sering kali saya merasa iri melihat berbagai macam hal yang saya anggap indah disekitar saya. Pada teman-teman yang bergaji lebih besar, pada teman-teman yang telah memiliki keluarga, pada tetangga yang saya anggap lebih beruntung dari saya. Walaupun saya sering mengingatkan diri sendiri bahwa iri dan dengki itu sifat syetan dan saya harus menghindarinya, namun tidak jarang rasa itu masih kerap kali menghampiri hati saya. Sekilas saya melihat orang lain memiliki yang saya tidak miliki maka rasa itu dengan sekilas akan lewat di hati saya.

Biasanya yang saya lakukan untuk menghindari rasa iri tersebut saya harus melihat orang yang saya anggap “kurang beruntung” dari pada saya. Disini yang saya maksud kurang beruntung adalah masalah materi, kesehatan atau takdir. Karena jelas orang-orang yang tidak beruntung dalam hal sehat, materi dan lainnya asalkan mereka beriman maka mereka dalah orang yang beruntung. Karena beruntung adalah saat Allah SWT melimpahinya dengan Maha RahimNya.

Ternyata metode ini cukup berhasil bagi saya dan adik-adik oase club, dengan menyaksikan kisah hidup mereka kami merasa kami lebih beruntung. Dan membuat kami lebih banyak bersyukur pada Allah SWT atas anugerah yang telah dikirimnya untuk kami.

Seperti pagi ini, Selepas shubuh kami berencana berjalan-jalan  pagi bersama mengelilingi desa kami. Selain mencari kesegaran alam dan merenganggkan otot-otot kami juga berencana mencari inspirasi.

Hal pertama yang kami temui adalah ibu-ibu yang bergerombol disudut dusun. Sejenak kami menyempatkan diri bercakap-cakap dengan mereka. Dan dari situ kami tahu mereka dari daerah yang cukup jauh dari dusun kami, dengan tujuan bekerja sebagai buruh tani karena tidak ada pekerjaan di daerah mereka dan di dusun kami sedang musim tanam, untuk datang kemari mereka  di antar sebuah pick-up  yang akan menjemput mereka saat matahari tergelincir di barat. Sekali itu kami bersyukur karena kami tidak perlu mengejar pekerjaaan dengan begitu beratnya untuk  mencari rejeki. Terima kasih ya Rabb

Saat kami melewati pematang sawah kami melihat seorang anak yang terlihat kotor bermain kecipak air didekat ibunya yang sedang mencetak batu merah. Saya taksir anak tersebut belum genap 3 tahun dan ibunya adalah kakak kelas saya di sekolah dasar. Ibu dan anak tersebut harus kehilangan sosok suami dan ayah karena lelaki itu telah berpulang ke rahmatullah kurang lebih dua tahun lalu. Sejenak kami bermain-main dengan si kecil Anis dan kami bersyukur bahwa kami masih mengenal sosok bapak kami. Dan masa kecil kami penuh kebahagiaan dengan orang tua yang lengkap. Dan sekali lagi sya dan team oase club merasa begitu bersyukur.

Setelah kami mengelilingi desa Kaligoro akhirnya kami kembali tiba di dusun Randegan.  Jarum jam tangan menunjukkan pukul 06.27 WIB. Perut kami sedikit keroncongan akhirnya kami  memutuskan berhenti disebuah warung untuk membeli kue. Disana kami berpapasan dengan mbah Iman yang juga berniat membeli kue. Rumah mbah Iman hampir berhadapan dengan toko kue sehingga kami dapat menyaksikan keluarga mbah Iman yang sedang duduk di teras rumah mereka. Ada cak Badi, cucu mbah Iman yangmenderita gangguan Jiwa sejak 10 tahun lalu dan ada istri mbah Iman yang buta. Kami melihat mbah Iman membeli 4 potong kue dan memberika sepotong untuk cucunya dan sepotong untuk istrinya dan sepotong lagi untuk dirinya sendiri dan membagi yang sepotong utuk dirinya dan istrinya. Saya melihat sebagian dari adik-adik oase club meneteskan air mata menahan haru. Dan kami berniat untuk mengunjungi mbah Iman disuatu pagi.

Perjalanan kami pagi ini mempunyai banyak makna dan saya harap dapat membekas dan menjadi pelajaran bagi kami semuanya. Kami menyadari satu hal lagi bahwa takdir yang kami jalani adalah yang terbaik dan kami harus melakukan segala yang terbaik untuk diri kami sendiri dan orang-orang disekitar kami. Semoga kamitermasuk orang-orang yang beruntung. Ini mungkin dapat menjadi obat bagi rasa iri yang menggerogoti hati.

Minggu, 10 November 2013

OASE CLUB Moment

Milad Ke-3 OASE CLUB
Sumber Arum, 9 - 10 November 2013

Hallo sahabat. Kali April yang punya kesempatan ngeliput acara Oase Club.
Kemarin Oase Club kami tercinta genap berusia 3 tahun dan kami mengadakan renungan malam di dusun sebelah tepatnya di dusun Sumber Arum. Awalnya kami merasa sedikit takut dengan rencana menginap disana karena maklum saja dusun itu terpelosok dan cukup menyeramkan. Namun, kami ingin mencoba pengalaman menginap disana dan ternyata cukup seru.

Mbak Nur mengajak ketiga temannya. Kami mengenalnya dengan nama mas David, mas Novan dan mbak Novi yang dari Jakarta. Mereka beserta mbak Nur mngajari kami banyak hal. berikut nih April upload foto-fotonya sahabat....
ini saat mendengarkan materi tentang bayana narkoba dan rokok...
hayo siapa yang masih ngerokok???


Main ular-ularan










udah puas lihat foto-fotonya kan sampai jumap diacara oase club yang selanjutnya.

Minggu, 16 Juni 2013

Becak Gowezzzz dan Manfaatnya

Akhir-akhir ini becak gowezz cukup ngetren di daerah kami. Siapa yang tidak mengetahui becak gowez ini. Kendaraan ramah lingkungan yang dapat dikendarai beramai-ramai. Dengan biayah Rp 10.000,00 kita bisa menikmati mengayuh gowezz selama sejam dan dengan menambah Rp 5.000,00 kita bisa mengayuh gowez selama satu jam ditemani musik dan lampu yang berkelip-kelip.
Anak-anak oase club tak mau ketinggalan. Saat matahari belum menampakkan diri kami berangkat ke tempat persewaan becak gowezz.
Tepat pukul lima pagi saat ibu-ibu sedang sibuk berbelanja kami menikmati perjalanan mengayuh becak gowez dikegelapan pagi.
Banyak manfaat yang dapat diambil saat kita mengayuh sepeda lo kawan. Sama halnya dengan mengayuh becak gowez...
  1. Membantu kerja otot. mengayuh sepeda dapat meningkatkan kerja otot-otot bagian bawah seperti panggul, pinggang dan otot betis
  2. Membantu penyembuhan nyeri sendi
  3. Baik bagi kesehatan jantung. Selain meningkatkan aliran darah dalam tubuh. bersepeda juga dapat mencegah penyumbatan jantung. Menurut sebuh penelitian medis bersepeda selama 30 menit setiap hari menurunkan kemungkinan stroke jantung
  4. Pereda setres dan depresi. Apalagi jika dilakukan bersama-sama maka kita akan menjadi bahagia dan melupakan permasalahan kita.
  5. Meningkatkan pernafasan
  6. Melatih kekompakan. Kenapa? karena saat mengayuh becak gowez dan kita tidak mengayuh secara bersama-sama maka akan timbul permasalah seperti lepasnya rantai becak yang dibuat pararel depan belakang.

Minggu, 05 Mei 2013

Berpetualang Ke Losari "Masjid Bawah Tanah"



Beberapa waktu lalu tim oase club melakukan penjelajahan ke sebuah tempat. Berbeda dengan sebelumnya penjelajahan kami kali ini ke tempat yang sedikit mistis. Hehehe….
Rencana ini bermula karena cerita yang berasal dari anak-anak kelas 5 dan kelas 6 SDN Kaligoro yang saat pramuka diajak oleh kakak Pembina Pramuka penjelajahan ke tempat tersebut. Karena rengekan anak-anak yang belum pernah kesana, akhirnya kami sepakat untuk mengunjungi tempat itu saat hari libur sekolah, hari minggu tepatnya.
Minggu pagi tim penjelajah oase club berkumpul. Karena jarak yang ditempuh cukup jauh sekitar 10 km dari desa kami maka kami menghimbau agar yang tidak kuat mengayuh sepeda tidak usah ikut. Nanti sepulang dari sana kami akan menceritakan detailnya.
Dengan membawa berbagai macam perbekalan seperti minuman, makanan ringan dan tak lupa buah-buahan dan bumbu rujak yang tak boleh ketinggalan, kami menuju desa Losari. Pernah mendengar nama itu sahabat?
Desa itu terletak di sebelah timur beberapa desa dari desa kami. Sebenarnya cukup dekat jika kami melewati sungai tapi cukup bahaya. Jadi, kami harus bersepeda memutar desa-desa lainnya. Saat sahabat hendak menuju Mojokerto melewati jalur Mojosari sahabat akan bertemu perempatan Pekukuhan dan sahabat harus belok kiri untuk sampai ke desa tersebut. Atau kita juga bisa menaiki bus Mojokerto Pasuruan dan berhenti tepat di gapura desa Losari. Tapi, kita harus berjalan menuju tempat yang kita tuju.
Setelah memasuki gapura losari kita harus mengayuh sepeda sampai di pojok desa. Di sana ada sebuah masjid di bawah tanah, yang katanya pada tahun 90an sangat fenomenal, banyak peziarah dari berbagai macam daerah datang melihat.
Awal kami melihat bangunan itu, kami disembut dengan berbagi macam patung hewan dan  tokoh-tokoh pewayangan. Suasana mistis mulai terasa. Kamipun sedikit bergetar dan ragu apa kami yakin untuk memasukinya. Setelah melepas lelah, saya dan kawan saya bertamu kerumah pemilik masjid untuk meminta izin memasukinya.



Setelah menunggu cukup lama di ruang tamu yang suasana tidak jauh berbeda dengan hal-hal yang tampak diluarnya. Kami diajak memasuki area masjid yang diharuskan berwudhu dan melepaskan alas kaki walaupun dinding dan lantainya adalah tanah basah.
Beberapa anak-anak oase club tidak mau masuk karena gelap begitu juga teman saya yang beralasan akan pingsan di tengah jalan karena takut gelap. Akhirnya saya dengan berat masuk bersama anak-anak oase club dan sangat takut karena saya ditempatkan di paling belakang. Karena sejujurnya saya termasuk penakut di tempat yang gelap.
Kami berjalan dilorong-lorong gelap ditemani sebuah lilin dan tak ada kata terucap kecuali sebuah do’a. keringat dingin keluar. Semakin lama rasanya semakin lembab dan panas. Karena kami berada di dalam tanah. Setelah lama berjalan kami di minta duduk di ruangan yang cukup luas. Lilin dimatikan, suasana benar-benar mencekam. Jemari-jemari saya dicengkram kuat beberapa anak yang saya tidak tahu pasti mereka siapa. Sakit dan takut yang sangat dalam. Di dalam tanah yang terbayang bagi kami hanya sebuah kematian. Berdesakan, sempit, gelap dan panas. Mencoba merakan bagaimana rasanya terhimpit tanah. Kami harus banyak beristighfar.
Tak berapa lama pemilik masjid yang sekaligus pemandu kami mengajak kami kembali keluar, melewati lorong-lorong semula. Kami tidak begitu yakin seolah ada beberapa orang selain kami didalam lorong-lorong tersebut. Tapi kami tidak mencari tahu lebih lanjut. Sudah terasa sesak dan ingin segera keluar.
Saat kemabali merakan segarnya udara kami begitu bersyukur. Kami kembali sadar nikmatnya udara segar. 



Setelah melepas ketegangan kami menikmati rujak kami dan bersenang-senang dihalam kemudian kembali pulang. Anak-anak oase club yang belum berkesempatan mengunjungi masjid bawah tanah memaksa minta diantar namun sayapun memaksa untuk tidak mengantar. Sudah menjadi pengalaman sekali yang cukup menegangkan.

Sampai jumpa di penjelajahan kita berikutnya....