Bagaimanakah kriteria menjadi suami atau istri yang layak untuk kita pilih. Simak yuk rangkuman pengajian pagi yang saya dengarkan hari ini:
1. TIDAK SYIRIK
Laki-laki atau perempuan yang melakukan syirik. Menyekutukan Allah dalam bentuk apapun maka tidak layak untuk dijadikan kriteria sebagai suami atau istri. Seseorang yang melakukan kesyirikan membuktikan bahwa aqidahnya tidak benar dan akidah yang tidak benar sangat bahaya bagi kehidupan kita di dunia dan diakhirat. Ingatlah suami atau istri kita dapat menjadi kunci surga atau kunci neraka kita. Maka selagi kita punya kesempatan untuk mengoreksi diri maka harus segera kita koreksi akidah kita. Jangan sampai kita melencong pada akidah yang salah. Dan semoga kita mendapatkan pasangan dengan akidah yang lurus
2. TIDAK MENINGGALKAN SHOLAT
Laki-laki atau perempuan yang meninggalkan sholat tidak layak dipilih menjadi pasangan kita. Sholat adalah amalan pertama yang di hitung oleh Allah SWT. Jika sholatnya bagus maka bagus pula amalannya yang lain. Sholat adalah bukti penghambaan kita kepada Allah SWT, karena sebenarnya bukan Allah yang butuh sholat kita namun, kitalah yang butuh sholat. Sholat adalah bukti tunduk, patuh dan cinta kita kepada Allah SWT. Jika Allah SWT saja bisa ditipu oleh dia maka bagaimana kita bisa mempercayakan diri kita pada orang yang tidak mencintai Allah SWT. Jika Allah SWT yang merupakan penciptanya tidak mendapatkan cinta darinya mana mungkin kita mendapatkan cinta darinya. apakah dia akan membela kita di hadapan Allah SWT nantinya? maka jawabannya adalah tidak
3. MENJAGA PERGAULAN
Laki-laki dan perempuan yang tidak menjaga pergaulannya dengan lawan jenis sangat tidak layak menjadi pilihan pendamping kita. Apakah kita rela jika pasangan kita memegang atau bergaul secara bebas dengan orang lain. Apakah kita tidak akan cemburu melihat pasangan kita bergaul dengan bebas dengan orang lain. Jika kita mencintainya maka kita akan cemburu di buatnya.
itulah kriteria seseorang yang layak menjadi suami atau istri kita. namun, sebelum kita menemukan seseorang dengan kriteria-kriteria tersebut sudah selayaknya kita memperbaiki diri kita terlenih dahulu.
Karena lai-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik dan begitu juga sebaliknya.
Sampai ketemu di rangkuman pengajian kita lain lkali
Cari Blog Ini
Blog ini di dedikasikan kepada tim pewaris negeri "OASE club" untuk mengasah bakat dan kreatifitas mereka.
Tampilkan postingan dengan label rangkuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rangkuman. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Januari 2015
Rabu, 10 Desember 2014
Pendidikan Anak Usia Dini
Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Dr. Ida Nur Laila dalam kajian parenting
Pendidikan seksualitas adalah bagian dari membangun masyarakat yang beradap. jauh dari perilaku seksual yang menyimpang, pelecehan seksual dan kejahatan seksual.
Kabanyak orang tua lebih senang mengajarkan pendidikan seksual dari sudut sains dan anatomi . Maka bagaimana kita mengenalkan pendidikan seksual pada anak dalam sudut pandang ibadah atau agama
Pendidikan seksual usia 0-2 tahun
masa ini adalah masa dimana bayi masih dalam tahap penyusuan.
Bagaimana pendidikan seksual pada usia ini?
Sekalipun bayi seolah masih belum mengerti apa-apa. sesungguhnya mereka selalu belajar dari indera dan rasa. Maka selayaknya orang tua mulai menanamkan rasa malu dengan cara tidak mengyumbar aurat bayi disembarang tempat.. Saat memandikan, mengganti popok, mencebok bayi, diusahakan dalam ruang tertutup. Jika ditempat terbuka usahakan auratnya tertutup dari pandangan orang lain dengan selembar kain misalnya.
Saat sang ibu memberika asi kepada bayi juga harus melakukan hal yang sama jangan sampai aurat terlihat oleh orang lain. Walaupun yang melihat adalah anak kecil atau mungkin anak sendiri. Karena perlu diingat lagi batas seorang anak menyusu hanya sampai usia 2 tahun.
Jadi perinsip dalam masa ini adalah "Berusaha menutup aurat anak dan aurat diri sendiri."
Usia 2-4 Tahun Memasuki masa penyapihan
Ini adalah usia mereka disebut sebagai anak bukan bayi lagi maka orang tua sudah tidak diperbolehkan melihatkan aurat pada sang anak. Pada usia ini, anak mulai difahamkan tentang menutup aurat berat yaitu qubul dan dubul.. Sudut pandang psikologi menyebut usia 1,5 - 3 tahun adalah fase anal dan dilanjutkan dengan fase uretral. Ditandai dengan matangnya syaraf otot dan sfingter anus sehingga anak mulai belajar mengatur berak dan nantinya pipis.
Bagaimana jika sang anak sering memegang-megang alat kelaminnya??
Maka sebagai orang tua kita perlu mengalihkan tangan anak kita pada aktivitas lainnya. mungkin dengan melipat kertas, bermain merangkai atau dengan cara memainkan tali temali. Lakukan dengan lemah lembut dan penuh pengertian. Dan jelaskan bahwa boleh memegang jika hanya ingin buang air atau jika sakit.
Jika mereka bertanya Kenapa tidak boleh memegang??
Maka ini adalah saat yang tepat bahwa kita harus menjelaskan pada anak bahwa hal semacam itu tidak sopan dan menjelaskan tentang aurat yang harus di tutup dan mana bagian tubuh yang boleh dilihat orang lain dan yang tidak boleh ditunjukkan pada orang lain.
Bagaimanapun kebiasaan saat dewasa biasanya terjadi sejak anak itu masih kecil. Maka saat kita menjelaskan pada anak bagian mana yang boleh dan tidak boleh terlihat orang lain diharapkan anak akan membawa ilmu tersebut sampai mereka dewasa.
Pada usia ini juga masa identifikasi gender. Jadi, seorang anak akan memahami mana yang disebut dengan anak laki-laki dan anak perempuan. Jika ingin memandikan anak dengan bersama-sama maka jangan sekali membiarkan mereka mandi dalam keadaan telanjang. Harus diusahakan mereka masih memakai dalam sehingga aurat berat tidak terlihat oleh orang lain.
Usia 4 - 7 Tahun Fase dimana anak harus sudah samapai dalam pemahaman bahwa dia hanya boleh dicebok oleh orang mahrom atau pengasuh yang dipercaya (ibu guru disekolah). Seiring proses anak dilatih untuk istinjak sendiri secara benar. Inilah saat anak mengenal secara istilah dan praktik bahwa proses cebok adalah bagian dari ibadah yaitu bersuci.
Maka pada usia maksimal 7 tahun seharusnya anak telah mengerti dengan benar.. Mengajari bersuci juga merupakan bagian dari membersihkan alat kelaminnya. selain bahwa itu termasuk ibadah
Ini juga fase dimana anak dipisahkan tidurnya dari orang tua. Dan mulai diingatkan bagian tubuh yang tidak boleh dilihat orang lain apalagi disentuh orang lain. Yakni bagian pusar sampai lutut pada anak laki-laki dan ditambahkan bagian dada bagi anak perempuan.
Usia 7 tahun adalah satu terminan penting. Maka target orang tua adalah:
- Anak sudah memahami batasan aurat
- Anak memiliki konsep gender yang sesuai anatar psikis dan mental psikis
- Anak dapat melakukan cebok (bersuci) sendiri dan benar
- Anak belajar menutup aurat sendiri dengan sempurna
- Anak mengerti dan mempraktekkan adab pergaulan
- Anak dipisahkan tidurnya dari orang tua
- Anak belajar meminya izin memasuki kamar orang tua.
Itu dulu rangkuman kajian saya pada kesempatan kali ini. Jika masih ada umur panjang dan diberi kesempatan untuk mendengarkan tausiah selanjutnya akan saya share kembali. Semoga bermanfaat.
Kamis, 02 Mei 2013
Ciri - Ciri Makhluk Hidup
Oleh: Tim kelas III
- Memerlukan makanan dan minuman Makhluk hidup membutuhkan makanan untuk melengkapi zat-zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh dan selain memerlukan makanan makhluk hidup juga membutuhkan minuman untuk metabolisme dalam tubuhnya
- Bernafas Manusia dan hewan memerlukan oksigen untuk bernafas.Masia bernafas menggunakan paru-paru dan begitu juga sebagian dengan hewan. Sedangkan tumbuhan memerlukan karbon dioksida untuk mengolah makanannya. Tumbuhan bernafas melalui rongga-rongga di permukaan daunnya yang disebut stomata.
- Bergerak Manusia dan hewan bergerak berpindah tempat secara nyata sedangkan tumbuhan bergerak hanya ujung akar dan ujung batangnya saja.
- Berkembang biak dan Mengalami pertumbuhan Berkembang biak adalah menjadi banyak atau menghasilkan keturunan sedangkan pertumbuhan adalah menjadi lebih besar atau menjadi lebih tinggi
- Memerlukan suhu tertentu Umumnya hewan dan tumbuhan butuh suhu antara 5 sampai 40 derajat celcius untuk mempertahankan kehidupannya
- Peka terhadap rangsangan Manusia dan hewan mempunyai alat indra yang berfungsi menangkap rangsangan dari luar sedangkan pada tumbuhan berbeda ada yang peka terhadap suhu, sentuhan, atau cahaya
- Mengeluarkan zat sisa Makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh tidak diserap seluruhnya oleh tubuh yang tidak penting kembali dikeluarkan melalui kulit, ginjal atau anus
Penggolongan hewan
- Berdasarkan tempat hidupnya. Digolongkan menjadi hewan darat, hewan air dan hewan yang hidup di dua alam air dan darat
- Berdasarkan makanannyan. Digolongkan sebagai hewan pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan daging (karnivora) dan pemakan segalanya (omnivora)
- Berdasarkan penutup tubuhnya ada hewan berbulu, berambut, bersisik, tidak berbulu atau berambut dan bercangkan
- Berdasarkan cara perkembangbiakanya ada hewan yang beranak, bertelur dan beranak bertelur
- Berdasarkan cara bergeraknya ada yang berkaki, bersirip, tidak berkaki dan bersayap
- Berdasarkan cara bernafasnya ada yang menggunkaan paru-paru, ingsang, trakea dan kulitnya.